Kebebasan Pers Semakin Merosot

Jakarta, Kompas – Keinginan merevisi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers boleh-boleh saja sepanjang niatnya untuk memperkuat kebebasan pers itu sendiri. Akan tetapi, dari dua pemerintahan terakhir yang terjadi saat ini, justru kebebasan pers malah semakin merosot akibat ditekan. 

Demikian dikemukakan anggota Dewan Pers, Leo Batubara, dalam peringatan Tujuh Tahun Kemerdekaan Pers sekaligus peluncuran buku Undang-Undang Pers Memang Lex Specialis, Selasa (19/9), yang digelar Serikat Penerbit Suratkabar.

Selain Leo, hadir dalam acara itu mantan Menteri Penerangan M Yunus Yosfiah, mantan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Syamsul Muarif, pakar komunikasi asal Universitas Indonesia Alwi Dahlan, dan sejumlah tokoh pers nasional.

Dalam kesempatan itu, masyarakat dan pemerintah diminta tidak terburu-buru menyalahkan kebebasan pers atau bahkan mendesakkan adanya revisi terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Beberapa masalah yang selama ini dituduhkan muncul akibat kebebasan pers yang kebablasan antara lain maraknya terbitan yang dianggap pornografi atau juga terkait dengan persoalan lain, seperti keberatan kelompok masyarakat yang merasa dirugikan akibat suatu pemberitaan.

Leo menilai keberadaan UU Pers selama ini telah berhasil memerdekakan pers. UU Pers memungkinkan pers mengontrol pemerintah, sementara pemerintah tidak berwenang mengintervensi pers seperti yang dilakukan pada masa lalu.

Amir Effendi Siregar, salah satu penulis buku Undang-Undang Pers Memang Lex Specialis, mengatakan, yang paling penting dilakukan oleh semua pihak adalah menjalankan UU Pers secara konsekuen. (DWA)

Rabu, 20 September 2006
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/20/Politikhukum/2967506.htm

3 comments so far

  1. Budi on

    revisi untuk memperkuat setuju…sekalilgus supaya jelas apa yang isinya gosip di TV bisa dibiarkan terus..

  2. ana on

    kebebasan pers memang diperlukan selama itu tetap dalam UU pers yang baik dan mendidik masyarakat menuju kemajuan bangsa. Hidup pers yang sehat!

  3. dede on

    kebebasan pers memang mutlak untuk di perjuangkan pers sebagai mata masyarakat harus diberi ruang gerak, namun perlu dipahami berita yang diberukan pers terkadang juga berita yang tidak mendidik masyarakat, terutama berita tentang gosip yang tidak mendidik masyarakat sama sekali.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: