Presiden: Kebebasan Pers Tidak Absolut

Bandung, KCM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, hak dan kebebasan pers tidak absolut dan tidak tak terbatas. “Dalam Deklarasi HAM (hak asasi manusia) tahun 1948 pasal 29 dan UU negara kita (UUD 10945) pasal 28, pembatasan terhadap hak dan kebebasan tercantum dengan jelas,” ungkap Presiden Susilo dalam sambutannya pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (9/2).

Presiden mengatakan, salah satu pelajaran yang dapat diambil dari pemuatan karikatur Nabi Muhammad oleh salah satu media massa di Denmark adalah kebebasan berekspresi—termasuk kebebasan pers—itu mempunyai batasan-batasan.

Kasus karikatur itu juga mengingatkan bahwa sikap saling menghormati antarumat beragama tidak hanya dibutuhkan di tingkat masyarakat lokal, tapi juga kehidupan antarbangsa. “Budaya leceh melecehkan, merusak dan jauh dari manfaat,” kata Presiden Susilo.

Terkait dengan persoalan karikatur itu, Kepala Negara mengajak jajaran pers nasional untuk mencegah munculnya pemberitaan-pemberitaan yang berpotensi menyinggung perasaan umat beragama di tanah air. “Mari kita saling menghormati dan sama-sama menjaga suasana aman dan tenteram di tengah bangsa kita yang majemuk,” ujar Susilo.

Laporan : Glori K. Wadrianto

Kamis, 09 Februari 2006, 12:53 WIB

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: