Mobil Wartawan Reuters Dirusak Pejabat PGN

Jakarta – Aksi main hakim sendiri dilakukan seorang pejabat bidang operasi pemasaran PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Hendri Joniansah. Hanya karena kesal dia merusak mobil wartawan Reuters bernama Hari.

Peristiwa pengrusakan mobil wartawan asing ini terjadi di kantor Reuters di Gedung Antara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (25/7/2005).

Kejadian itu bermula ketika pukul 08.30 WIB, Hari mengemudikan mobil Suzuki Escudo B-1146-D dari ruas Jalan Kebon Sirih bermaksud menuju kantornya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Namun, setibanya di ruas jalan Kebon Sirih sebelum perempatan lampu lalu lintas, dekat Patung tani, karyawan Reuters itu membelokkan mobilnya ke kiri menuju jalan Merdeka Selatan.

Tanpa diduga, ketika belok ke kiri datang mobil Honda Jazz B-2008-WP dari belakang dikemudikan Hendri Joniansah menabrak bagian belakang sebelah kanan kendaraan Suzuki Escudo hingga rusak.

Sedangkan, bagian depan kiri mobil Honda Jazz juga rusak sehingga membuat pejabat perusahaan gas itu marah. Tetapi masalahnya dapat diselesaikan di tempat kejadian perkara.

Karena permasalahan dianggap selesai, akhirnya kedua pengemudi mobil itu meneruskan perjalanan sesuai tujuan masing-masing. Namun entah kenapa Hendri Joniansah mengikuti hingga di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Setibanya di Gedung Antara, Hendri langsung mencari tempat parkir karyawan Reuters itu, namun tidak ketemu karena Hari langsung meninggalkan mobil bergegas menuju tempat kerjanya.

Hendri pun mencari kesana kemari, dan hanya menemukan mobil Suzuki Escudo Hari. Mungkin karena kesal, akhirnya Hendri pun memecahkan kaca mobil Suzuki bagian depan, samping kanan dan bemper depan kanan menggunakan kunci stang.

Usai merusak mobil karyawan Reuters itu, pengemudi kendaraan Honda Jazz berpenumpang tiga orang langsung kabur tetapi ketika akan keluar areal gedung tersebut seluruh pintu keluar ditutup satpam.

Setelah kendaraan terhalang palang pintu, akhirnya Satpam PTAnpa, Parwanto mengajak perusak mobil Suzuki Escudo itu ke pos satpam kemudian membuat surat pernyataan berisi siap bertemu dengan karyawan kantor berita asing tersebut.

Surat pernyataan itu ditandatangani satpam Parwanto dan Hendri Joniansah yang juga menyerahkan kartu tanda penduduk dirinya kepada satpam tersebut.

Parwanto mengatakan, seandainya ada persoalan pribadi antara kedua belah pihak sudah diselesaikan maka hal itu urusan mereka, tetapi karena terjadi maka kasus pengrusakan kendaraan bakal diteruskan ke polisi. “Sebelum saya diteruskan ke polisi. Saya juga sudah membuat surat berisi tentang kronologis kejadian itu ke manajer PT Anpa,” kata Parwanto.(mar/)

Maryadi – detikcom

Sumber: Detik.com Senin (25/7/2005)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: