Tak Disediakan Minum, Wartawan Istana Boikot Rapat Kabinet

Jakarta – Gara-gara tak disediakan minum, puluhan wartawan dari media cetak maupun elektronik yang sehari-hari meliput di Istana Kepresidenan memboikot rapat kabinet.

Saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah memimpin rapat kabinet yang berlangsung sejak pukul 12.00 Wib. Puluhan wartawan cetak dan elektronik sudah menunggu hasil rapat sejak pukul 11.00 Wib. Bahkan ada yang sejak pagi, karena meliput berbagai acara Presiden SBY lainnya.

Namun pada pukul 16.15 Wib puluhan wartawan memilih meninggalkan ruangan press room kantor presiden. Mereka sepakat memboikot rapat kabinet yang masih berlangsung karena fasilitas minuman yang selama ini disediakan untuk wartawan dicabut dengan alasan tidak jelas.

“Kami tak menuntut macam-macam, tetapi mohon pengertian pihak istana kerja samanya. Kami sudah meliput dari pagi dan seringkali sampai malam di istana. Sementara kalau harus membeli jaraknya jauh, harus keluar komplek istana. Belum lagi birokrasinya kadang berbelit-belit kalau keluar masuk istana,” kata Nanus, wartawan radio Sonora sesaat setelah meninggalkan kantor presiden, Rabu (16/3/2005).

Bagi wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan Presiden SBY di komplek Istana Kepresidenan Jalan Medan Merdeka Utara, pemberian fasilitas minuman sangat membantu. Apalagi hampir setiap hari para wartawan meliput kegiatan presidan dari pagi hingga malam. Sementara di dalam komplek tak ada penjual sehingga jika lapar dan haus harus keluar komplek istana.

Dan selama ini, rumah tangga istana menyediakan minuman berupa air minum dalam dispenser, teh dan kopi, di press room kantor presiden. Namun entah kenapa, sejak dua hari terakhir pemberian fasilitas minuman tersebut tiba-tiba dicabut tanpa alasan jelas.

Pihak rumah tangga istana ketika ditanya seputar pencabutan fasilitas minuman beralasan gelas suka berceceran setelah diminum wartawan maupun para ajudan menteri yang sama-sama menunggu di press room kantor presiden.

Sebagai gantinya, fasilitas air minum disediakan di bekas gedung bioskop yang jaraknya sekitar 100 meter dari kantor presiden dan melewati pintu pemeriksaan yang dilakukan paspamres. Itu pun hanya sebuah galon Aqua dengan 2 buah gelas. Selama ini di gedung bioskop juga tidak ada fasilitas air minum yang memadai, hanya tersedia mesin dispenser dengan galon Aqua kosong di atasnya.

“Selama ini kita bekerja sama dengan pihak istana dengan baik. Apa sih susahnya menyediakan minuman saja. Kita sudah membantu pemerintah menyebarkan informasi dari istana, tetapi kok tak dihargai sama sekali,” kata Endang, wartawan senior dari Pos Kota.

Luhur Hertanto – detikcom

Sumber: Rabu (16/3/2005)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: