AJI & IJTI Desak Penyandera Bebaskan Kru MetroTV

Jakarta – Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) menuntut kelompok penyandera yang menamakan diri Faksi Tentara Mujahidin Irak membebaskan kru MetroTV Meutya Hafid dan Budiyanto tanpa syarat. Hal serupa diserukan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), yang menyatakan keprihatinannya.

Demikian isi siaran pers dua organisasi jurnalis tersebut yang diterima detikcom, Minggu (20/2/2005) pagi. AJI dan IJTI beralasan, klarifiksi Presiden SBY tentang status Meutya-Budiyanto di Irak yang murni urusan jurnalistik, sudah lebih dari cukup untuk membebaskan mereka.

“Karenanya, tidak ada alasan untuk menunda-nunda pembebasan keduanya,” isi siaran pers AJI yang ditandatangani ketua umumnya, Eddy Suprapto.

AJI dan IJTI mengungkapkan, sebagaimana diterapkan dalam pasal 79 Protokol Tambahan I Konvesi Jenewa 1949, jurnalis merupakan warga sipil yang menjalankan tugas jurnalistik. Karena itu, jurnalis harus mendapat perlindungan dan jaminan keamanan dari kedua pihak yang bertikai.

“IJTI juga mendesak pemerintah Indonesia mengguakan semaksimal mungkin semua akses untuk memastikan keselamatan Meutya dan Budiyanto dan mengusahakan pembebasan mereka sesegera mungkn dengan menempuh cara-cara damai,” tegas IJTI.(fab/)

Fedhly Averouss Bey – detikcom

Sumber: Detikcom Minggu (20/2/2005)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: