Risang Bima Diganjar 9 Bulan

Sleman – Terdakwa Risang Bima Wijaya (30), mantan General Manager harian Radar Jogja milik Jawa Pos Group divonis 9 bulan penjara. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 1 tahun hukuman.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman di Beran, Rabu (22/12/2004), terdakwa Risang terbukti secara sah telah melakukan tindakan pencemaran nama baik terhadap pimpinan Harian Kedaulatan Rakyat (KR) H Soemadi M Wonohito yang dimuat beberapa kali di Harian Radar Jogja pada bulan Mei 2002.

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Djoko Sediono SH dibantu hakim anggota Titik Tejaningsih SH dan Sutarto SH dengan JPU SBP Sitompul SH. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Daris Purba SH.

Sidang yang berlangsung pukul 11.00 hingga 15.00 WIB itu dihadiri banyak pengunjung di antaranya Pemimpin Redaksi Tempo Bambang Harymurti, anggota Dewa Pers Hinca Panjaitan, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Arief Affandi, anggota DPR RI Djoko Edi Abdurrahman serta puluhan wartawan dan aktivis.

Majelis hakim membacakan surat dakwaan setebal lebih dari 100 halaman selama lebih dari tiga jam secara bergantian. Majelis hakim dalam vonisnya mengatakan, terdakwa terbukti secara sah telah melanggar pasal 310 KUHP yakni telah melakukan tindakan penistaan dan pencemaran nama baik. Vonis yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa adalah hukuman 9 bulan penjara.

Adapun hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan bersikap sopan selam persidangan. Sedangkan hal-hal yang memberatkan adalah akibat perbuatan terdakwa itu anak dan istri keluarga Soemadi mengalami stress. “Bahkan ada anaknya yang malu kemudian tidak mau masuk kuliah karena pemberitaan tersebut,” kata Djoko.

Seusai persidangan, terdakwa Risang kepada wartawan mengatakan, dirinya akan mengajukan banding atas vonis tersebut. “Saya kecewa banyak kesaksian yang diungkapkan selam persidangan justru dipotong-potong, tidak utuh dan dianggap tidak ada. Semua itu memojokkan saya,” katanya.

Atas putusan itu, puluhan anggota Masyarakat Peduli Kemerdekaan Pers mengungkapkan kekecewaan terhadap putusan hakim denga memasang sebuah poster seukuran kertas folio warna bitu muda dipntu masuk ruang sidang. Poster itu bertuliskan “Pengadilan Negeri Sleman adalah Kuburan Pers Indonesia.”

Bagus Kurniawan – detikcom

Sumber: Detik.com, Rabu (22/12/2004)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: