Rakyat Merdeka Apresiasi Sikap Laks Melapor ke Dewan Pers

Jakarta – Redaktur Eksekutif Harian Rakyat Merdeka Teguh Santosa menyatakan menghargai sikap Meneg BUMN Laksamana Sukardi yang melaporkan media yang pemberitaannya dinilai merugikan ke Dewan Pers, dan tidak langsung menempuh jalur hukum.

“Pertama saya mengapresiasi langkah Laks dengan melapor ke Dewan Pers dan tidak langsung menempuh jalur hukum dengan melaporkan secara pidana seperti pejabat lainnya,” kata Teguh Santosa kepada detikcom, Kamis (7/10/2004) malam.

Dituturkan Teguh, medianya pernah dilaporkan secara pidana oleh Ketua DPR Akbar Tandjung, Presiden Megawati, dan Menperindag Rini MS Soewandi. Ketiganya tidak menempuh penyelesaian melalui jalur Dewan Pers terlebih dahulu.

“Kelihatan Pak Laks mengerti bagaimana menghadapi pers. Ia memang punya latar belakang yang erat dengan pers. Kakeknya kan tokoh pers, adiknya, Wina Armada, juga pemimpin redaksi di sebuah harian,” puji Teguh.

Namun begitu Teguh juga mengaku heran, kenapa dalam laporan ke Dewan Pers Laks menuntut ganti rugi Rp 100 miliar. “Saya bertanya-tanya, kenapa mengajukan 100 miliar. Kalau mencari tahu apakah kami melakukan pelanggaran etika, ya mestinya main di situ saja. Tapi kalau orang mau nuntut, kan bisa apa saja. Jadi ya silakan saja.”

Beritakan Fakta

Sementara soal pemberitaan yang dipermasalahkan oleh Laks, yakni headline tanggal 24 September 2004 berjudul ‘Dikhawatirkan Kabur ke Luar Negeri, Jaksa Agung Diminta Mencekal Laksamana’, Teguh menegaskan berita itu telah dibuat dengan metode jurnalistik yang benar.

“Kami tidak sedang mengarang cerita di awang-awang apalagi menyebar fitnah. Yang kami beritakan adalah fakta-fakta yang terjadi saat itu. Kami sudah menggali, melakukan konfirmasi. Tidak ada metode jurnalistik yang kami abaikan. Berita kami sudah cover both side,” tegas Teguh.

Menurut Teguh, pihaknya baru menurunkan berita tentang dugaan kaburnya Laks pada 24 September. Sementara pada 23 September berita Laks pergi ke luar negeri sudah muncul di media lain. “Karena berbagai pertimbangan kami menurunkan berita ini esok harinya,” katanya.

Dituturkan Teguh, pada 23 September kabar tentang kaburnya Laks memang meruak. Sebab saat itu sedang digelar Sidang MPR dan Laks tidak hadir. Rakyat Merdeka pun melakukan konfirmasi ke kawan-kawan dekat Laks di parlemen. Tapi mereka, yakni Roy BB Janis, Kwik Kian Gie, Haryanto Taslam, Meilono Suwondo, dan Noviantika Nasution mengaku tidak tahu dimana Laks.

Malam sebelumnya, lanjut Teguh, ada rapat Komisi IX DPR dan Laks juga tidak hadir. Wakil Ketua Ketua IX DPR Faisal Baasyir menyatakan kecewa atas ketidakhadiran Laks.

“Kami sudah menghubungi Wina Armada, adik Laks. Wina bilang abangnya tidak melarikan diri. Wina menjelaskan perjalanan kakaknya ke luar negeri sudah direncanakan sebelumnya. Itu semua, pernyataan Wina dan sumber-sumber lainnya, kita muat di berita tanggal 24 September,” jelas Teguh.

Selain itu, pada hari itu, 23 September, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) menyatakan sikap akan mendatangi Kejagung dan meminta Laks dicekal. “Jadi yang kami beritakan Laks pergi ke luar negeri, dan ada pertanyaan kemana Laks pergi, dan ada permintaan cekal. Itu semua fakta-fakta yang terjadi saat itu.”

Jadi, ulang Teguh, dari sisi berita tidak ada kode etik yang dilanggar dan tidak ada metode jurnalistik yang diabaikan. “Ketika Laks pulang, 26 September malam, kami melakukan wawancara dan dimuat esok harinya di tempat yang terhormat, yakni headline.”

Berita yang dimaksud Teguh adalah berita tanggal 27 September di halaman muka bagian atas berjudul ‘Meneg BUMN Laksamana Sukardi: Kabur Itu Hanya Untuk Penjahat’.(gtp/)

Gatot Prihanto – detikcom

Smber: Detik.com, Kamis (7/10/2004)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: