Laks Laporkan Indopos dan Rakyat Merdeka ke Dewan Pers

Jakarta – Meneg BUMN Laksamana Sukardi melaporkan lima media massa ke Dewan Pers. Laks merasa dirugikan atas pemberitaan di lima media massa itu, bahwa dirinya kabur ke luar negeri. Laks meminta ganti rugi Rp 100 miliar kepada masing-masing media massa. Laks meminta masalah ini diselesaikan selama satu minggu sejak hari ini.

Laks datang ke kantor Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/10/2004) pukul 15.15 WIB. Laks didampingi tim pengacara, yakni Erman Umar, Juniver Girsang, Poltaks Hutajulu, dan Didi Syamsudin. Kedatangan Laks dan pengacaranya diterima oleh Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal dengan didampingi antara lain Leo Batubara, Uni Lubis, dan Amir Siregar.

Saat membacakan pengaduannya, Laks mengaku pemberitaan tentang kaburnya ke luar negeri telah mencemarkan nama baiknya. “Saya tempuh ini untuk memberi pembelajaran dan pencerahan kepada publik,” kata dia. Laks menilai pemberitaan melanggar UU 40/1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik.

Kelima media itu adalah, Majalah Trust tanggal 27 September-3 Oktober 2004 dengan judul ‘Laks Kenapa Harus Kabur?’, Harian Nusa, Jumat 24 September dengan judul ‘Laks Diisukan Kabur ke Luar Negeri’, Harian Reporter 23 September denga judul ‘Laks Pantas Ditangkap’, Harian Rakyat Merdeka 24 September 2004 dengan judul ‘Dikhawatirkan Kabur, Jaksa Agung Diminta Cekal Laks’, dan Indopos dengan judul ‘SBY Diminta Cekal Laks.’

Laks menilai, pemberitaan itu sungguh menimbulkan kerugian besar bagi nama baik dirinya, keluarga, dan PDIP. “Akibat dari pemberitaan ini, kerugian tidak dapat dinilai dengan nominal,” kata Laks.

Pada kesempatan itu, Laks juga mengklarifikasi mengenai kepergiannya ke Perth, Australia. “Saya ke Perth untuk mengantar anak saya berobat. Rencananya sebelum pemilu, namun karena kesibukan, kemudian diputuskan setelah pilpres putaran kedua,” kata dia.

“Kepergian saya juga atas izin presiden. Jadi, sama sekali tidak dilandasi itikad yang tidak baik atau kabur,” imbuh Laks.

Laks meminta Dewan Pers menyelesaikan masalah ini dengan memberikan sanksi secara profesional kepada lima media media massa, agar kejadian itu tidak terulang.

Sementara Juniver Girsang menambahkan, pihaknya juga akan menuntut ganti rugi kepada masing-masing media Rp 100 miliar.

Dewan Pers Segera Panggil Pemred

Atas pengaduan Laks, Leo Batubara dari Dewan Pers mengatakan, pihaknya akan segera memanggil lima pemred media massa yang diadukan itu untuk dimintai klarifikasi. Rencananya, para pemred itu akan dipanggil pada Senin (11/10/2004).

Mengenai sanksi, kata Leo, akan diberikan setelah ada klarifikasi pemred. “Dewan Pers memberikan penilaian apakah ada pelanggaran atau tidak. Dan apabila, ada pelanggaran, rekomendasinya bisa berupa ralat berita, memuat hak jawab secara proporsional, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” kata dia. Leo menjanjikan masalah ini akan tuntas maksimal pada 15 Oktober.

Sedangkan mengenai ganti rugi yang diminta Laks sebesar Rp 100 miliar ke masing-masing media, Leo mengaku, Dewan Pers tidak akan menangani hal itu. “Untuk hal seperti itu, aturan main kami, itu merupakan kesepakatan yang mengadu dan yang diadukan,” kata dia.

Sementara itu, ketika disinggung apakah akan juga mengugat ke pengadilan, Laks mengaku akan menunggu hasil Dewan Pers. “Kita menghormati Dewan Pers, karena itu kita menunggu hasil Dewan Pers,” ungkapnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Juniver Girsang. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan gugatan ke pengadilan itu dilakukan. (asy/)

Arif Shodiq Pujiharto – detikcom

Sumber: Detik.com, Kamis (7/10/2004)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: