Sambut Pembebasan Ferry Santoro, Wartawan Jateng Demo

Semarang – Menyambut pembebasan kameraman RCTI, Ferry Santoro pada 13 Mei mendatang, sekitar 50-an wartawan Jateng berunjuk rasa di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Selasa (11/05/2004). Mereka menuntut GAM menepati janjinya dan meminta pemerintah segera membantu pembebasan Ferry Santoro.

Aksi solidaritas tersebut dimulai pada pukul 09.30 WIB. Di Bundaran Air Mancur, wartawan TV, radio, cetak, dan dotcom berorasi secara bergantian. Wartawan lainnya membentangkan spanduk besar bertuliskan “Aksi Solidaritas Pembebasa Ferry Santoro”.

Selain membawa spanduk, mereka juga menenteng berbagai jenis poster yang antara lain bertuliskan, “Terima Kasih Tuhan atas Rencana-Mu mengembalikan Ferry Santoro”, “Tak Ada yang Menawar Pembebasan Ferry Santoro”, “Derita Ferry Bukan Komoditas Politik”.

Dalam orasinya, para wartawan menyambut baik itikad GAM untuk membebaskan Ferry Santoro. Tapi, akan lebih baik lagi kalau itikad tersebut direalisasikan. Bukan hanya karena Ferry Santoro adalah wartawan, tapi karena alasan kemanusiaan. “Ferry harus bebas,” teriak salah satu orator.

Setelah setengah jam berorasi, aksi tersebut dilanjutkan ke halaman Gedung DPRD Jateng yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Bundaran Air Mancur. Di sana mereka membentuk lingkaran di bawah tiang bendera. “Ini sebagai simbolisasi nasionalisme kita,” tutur Korlap Aksi Solikun yang juga kameramen SCTV untuk daerah Grobogan.

Sebelum berdoa bersama, salah satu anggota DPRD Jateng dari PKB Abdul Kadir Karding keluar dan ikut berorasi. Dalam orasinya, ia mengatakan penculikan dan penyanderaan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

“Selain itu, kalau wartawan asing saja yang disandera, pemerintah cepat-cepat menyelesaikan kasusnya. Tapi kalau wartawan Indonesia yang kena, mereka seolah membiarkannnya,” kata Karding disambut tepuk tangan wartawan.

Di tengah-tengah wartawan, hadir juga kakak kandung Ferry Santoro yakni Bambang Hengky. Wartawan RCTI untuk daerah Wonosobo ini mengucapkan terima kasih atas dukungan wartawan Jateng terhadap pembebasan adiknya.

Ia juga mengatakan seandainya adiknya benar-benar dibebaskan 13 Mei mendatang, maka hal tersebut merupakan sejarah bagi dunia pers Indonesia. “Saya berharap tidak akan ada korban lagi di masa datang,” kata Bambang.

Para wartawan secara bergantian memegang spanduk dan poster karena mereka harus meliput aksinya. Bahkan ada yang sampai titip kamera segala. Aksi diakhiri sekitar 10.30 WIB setelah KH. Ahmad Baidowi dari FKB Jateng membacakan doa bagi pembebasan Ferry.(nrl/)

Triono W Sudibyo – detikcom

Sumber: Detik.com, Selasa (11/05/2004)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: