Kebebasan Pers Harus Memperhatikan Batasan

Jakarta, Kompas – Ahli hukum pidana Prof Dr Loebby Loqman mengingatkan pers di Indonesia agar dalam memberikan informasi kepada masyarakat tetap harus memperhatikan dampak yang akan timbul di masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Loebby Loqman ketika berbicara pada dialog interaktif dengan tema “Tinjauan Undang- Undang Pers Nasional antara Harapan dan Kenyataan” yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penasihat Hukum Indonesia DKI Jakarta, Jumat (9/5), di Jakarta.

Selain Loebby Loqman, tampil dalam dialog tersebut Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Drs Tarman Azzam, tokoh pers Ishadi SK, dan praktisi hukum Erman Umar.

“Sejauh mana pers membatasi diri, bergantung pada pers itu sendiri dalam menaati kode etiknya. Kalau pers bebas sekehendak diri sendiri dan tidak ada batas apa pun, tentu orang lain akan masuk atau bisa menjadi korban akibat pemberitaan,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada pers agar berhati-hati dengan kebebasannya agar tidak terjebak dalam pertikaian dengan masyarakat. Ia mencontohkan, sikap masyarakat yang merasa dirugikan yang ditunjukkan melalui gerakan perusakan kantor media dan sebagainya.

“Dulu, perusakan kantor media bernuansa politis, tetapi sekarang lebih pada cara-cara preman. Karena itulah masyarakat harus dididik oleh pers. Tetapi, masalahnya bagaimana mendidik masyarakat, kalau pers itu tidak terdidik,” ujar Loebby Loqman. (son)

Sabtu, 10 Mei 2003

Sumber: http://kompas.com/kompas-cetak/0305/10/nasional/305224.htm

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: