AJI: RUU KUHP Ancaman Bagi Kebebasan Pers

Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai, kebebasan pers di Indonesia berada di bayang-bayang ancaman jika pemerintah dan DPR mengesahkan Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Demikian isi siaran pers AJI yang diterima detikcom, Senin (2/5/2005) malam. Sikap yang ditandatangani Ketua Umum AJI Eddy Suprapto ini, dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh tanggal 3 Mei 2005.

Dalam RUU KUHP, sedikitnya ada 49 pasal yang bisa menjerat pers dengan pasal pidana dengan ancaman penjara. Mulai dari pasal penyebaran komunisme, pembocoran rahasia negara sampai pencemaran nama baik.

“Untuk itu AJI menuntut DPR untuk mencabut pasal-pasal dalam KUHP yang membelenggu kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” kata Eddy.

Selama periode 3 Mei 2004 sampai 2 Mei 2005 AJI mencatat, terdapat 41 kasus kekerasan terhadap wartawan. 21 kasus berbentuk kekerasan fisik dan 20 kasus non-fisik.

AJI juga menuntut para pejabat publik untuk tidak menggunakan kekerasan apapun terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan dalam proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mulai Juni 2005 mendatang.

“Kami menyerukan kepada masyarakat dan pejabat publik untuk menggunakan UU No. 40 tahun 199 tentang pers dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan media,” demikian Eddy Suprapto.(fab/)

Fedhly Averouss Bey – detikcom

Detik.com, Senin (2/5/2005)

1 comment so far

  1. adam on

    ass..

    menurut saya wartawan berhak meliput pelaksanaan apapun yang menyangkut kepentingan bersama

    wss…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: